Minggu, 24 Mei 2015

Dunia (ku)


"Tidak semua kesenangan bisa kita dapat...
Inilah dunia........."
Bisakah kita terima?

"Terkadang sebuah pendapat, menjadi ajang debat!
Haruskah sependapat?
Inilah dunia........."

"Aku percaya apa yang kau tak percaya...
inilah dunia........."


    Dalam hidup pro dan kontra itu sudah biasa.. tapi apakah pro terhadap peredaran narkoba itu biasa? apakah pro terhadap peredaran narkoba ini benar? apakah pro semacam ini manusiawi? Pro yang saya maksud disini bukan pro yang "pure" mendukung peredaran narkoba itu sendiri..tapi mereka yang secara tidak langsung menolak step demi step dari pemerintah yang mempunyai cita-cita besar agar negeri ini terbebas dari jerat narkoba. Terutama pada generasi muda.. Tapi yaa.. lagi lagi kontra yang datang dengan berbagai statement dan pembenaran pembenaran mereka bahwa:  "hukuman mati itu kejam!" "tidak manusiawi!" "pemerintah berdarah dingin!" dll.. lalu kalau saya balik bertanya: Apakah menghancurkan masa depan anak bangsa lewat peredaran narkoba itu tidak kejam? apakah "mempecundangi" generasi muda lewat narkoba itu manusiawi?
dan itu pun tidak terjawab...

   Sebagai bagian dari masyarakat itu sendiri saya pribadi masih paham betul kalo masih ada yang menolak kebijakan hukuman mati ini.. mungkin mereka belum pernah merasakan langsung imbas dari narkoba itu sendiri, manusiawi memang..
Lalu seandainya apa yang akan mereka lakukan jika semua sudah terlambat? Apa yang akan mereka lakukan jika kerabat atau orang terdekat mereka sudah terbujur kaku dibalut kain kafan?, lalu apa yang akan mereka lakukan jika penggali kubur sudah menancapkan nisan dengan tulisan nama orang yang mereka sayangi? sampai mereka tau bahwa orang yang mereka sayang tewas karna narkoba.. apakah mereka menunggu kejadian yang seperti itu baru mereka sadar bahwa narkoba adalah ancaman besar??..
Ya memang alur kehidupan tidak ada yang sama hanya Tuhan yang tau..

   Lalu kenapa saya menulis ini? ya karna saya peduli..
saya hanya ingin menuangkan semua kegelisahan saya, saya tidak ingin semakin banyak generasi generasi muda negeri ini yang menambah daftar hitam sebagai korban kebiadaban narkoba..
Adakah kerugian besar kalo saya menyampaikan kegelisahan saya ini?
Adakah kerugian besar kalo saya berpendapat kalo narkoba itu "harus diberantas habis, yaitu dari akarnya (bandar)!"
Apakah saya orang yang standart? ah saya tidak peduli,
Apakah pendapat saya standart? ah itu pun saya juga tidak peduli..
lebih baik saya menghiraukan itu semua daripada dikemudian hari saya harus kehilangan orang terdekat saya karna narkoba..

   Memang ada berbagai alasan dan latar belakang seseorang menjadi pemakai! Ada pemakai yang memakai karena lingkungan keluarga yang tidak sehat seperti: Ortu bercerai, Ayah dan Ibu selalu bertengkar, Ayah selingkuh, Ibu selingkuh, Ayah memukul anak, Ibu memukul anak, bahkan yang lebih suram...Ayah menyodomi anak, diperkosa, dipecundangi lingkungan dll. Tapi apakah narkoba harus selalu menjadi pelarian? Tidak adakah media lain untuk meneriakan semua kemuakan hidup? Apakah narkoba pilihan paling tepat? Padahal setidaknya masih banyak pelarian yang lebih "save" kalo saja para pemakai ini bisa menahan ego dan bisa lebih bijak dalam menyikapi hidup.
Kembali lagi kenapa korban kemuakan hidup ini lebih memilih narkoba? yaa karna ada yang memfasilitasi! pemakai bisa dengan mudah mendapatkan barang haram ini. Asal anda tau, setiap harinya 40 nyawa tewas sia-sia hanya karna "narkoba". Apakah anda masih toleransi dengan 1 nyawa dibanding ribuan nyawa yang tewas karna "dipecundangi" narkoba?!

     Ya hukuman mati disini seolah-olah menjadi semacam "ambigu" dimasyarakat, ada pihak yang mendukung adapula pihak yang mati-matian menolak kebijakan ini. Saya pribadi sangat mendukung sekali degan upaya pemerintah yang satu ini, menolak apa yang jelas-jelas merusak masa depan anak bangsa!
Yaa...memang bandar narkoba tidak akan pernah hilang dari muka bumi ini dengan segala pembenaran pembenarannya, tetapi setidaknya dengan hukuman mati ini diharapkan bisa sedikit memutus rantai peredaran narkoba itu sendiri..
bukankah Satu dua nyawa terselamatkan akan lebih berarti?

If you tolerate this, your children will be next !!  // @yudapenatas*



Tidak ada komentar:

Posting Komentar