Tulisan saya kali ini tidak jauh dari slogan:
"Seorang pemimpin yang hebat, akan mementingkan kepentingan rakyatnya dibanding kepentingan dirinya sendiri"
"Apabila kamu ingin jadi pemimpin berjuanglah untuk rakyatmu"
Memori dalam tulisan ini saya dapatkan ketika saya melewati suatu daerah tepatnya pada tahun ini (2015) yang keadaannya berubah 180 derajat dibanding ketika saya melewati daerah ini beberapa tahun silam. dan memori ini juga saya dapatkan dari apa yang dialami salah satu walikota yang dimana ia berhasil membangun kotanya hingga mendapatkan penghargaan-penghargaan internasional atas nama kotanya, yang setiap harinya sibuk mendedikasikan hidupnya demi kemajuan kotanya..
Saya teringat ucapan wanita pertama yang menjadi walikota di kotanya ini. beliau berucap: "saya paling telat bangun jam setengah 6 pagi" dan ketika orang orang bertanya kepada saya: "apa yang akan saya lakukan hari ini?" akan saya disiplinkan daerah mana lagi hari ini?"..... beliau jawab: saya tidak tau, mungkin hari ini kebarat, mungkin hari ini keselatan.seperti tidak ada kata lelah..
Dari kisah perjalanan wanita perkasa yang satu ini selama saya menyaksikan dan mengamati tindakan tulus beliau untuk rakyatnya. Bahkan sampai begitu "Concern-nya" beliau dgn daerah prostitusi didaerah dikotanya yang berdiri sejak sangat lama dan sudah sangat tersohor se-antero negeri ini bahkan sampai kenegara-negara tetangga di ASEAN..
GANG DOLLY, yups begitu sebutan tempat ini..
Saya kembali teringat juga tetesan air mata beliau ketika diwawancarai disalah satu stasiun TV nasional. ketika itu beliau bercerita tentang seorang ibu-ibu berusia 60thn yang telah menjadi PSK sejak usia 19thn dan kini tinggal dirumahnya yang berukuran 2mx2m yang setengahnya untuk tidur dan setengahnya lagi untuk jualan. Hingga hari ini (sebelum dolly ditutup) Ibu ini tetap menjadi PSK, lalu siapa yang menjadi pelanggan ibu tua ini?
lalu ibu perkasa ini terdiam... dengan mata yang berkaca kaca lalu ibu perkasa ini menjawab dengan nada yang sangat rendah.. yang menjadi pelanggannya adalah "anak SD atau anak SMP" didaerah itu mereka membayar jasa ibu ini sebesar Rp.1000 atau Rp.2000. mendengar jawaban ibu perkasa ini seketika semua langsung terdiam..
Dari keprihatinannya tersebut wanita perkasa ini berambisi menyelamatkan rakyatnya dari lembah hitam alias akan menutup lokalisasi ini, yang dalam prosesnya ternyata banyak mendapat penolakan-penolakan yang luar biasa hebat dari warga penghuni gang dolly yang kebanyakan hidupnya bergantung pada bisnis esek-esek ini..
Namun disisi lain banyak juga yang beragumen bahwa ibu perkasa ini tidak akan pernah bisa menutup tempat ini mengingat walikota-walikota sebelum beliau yang pernah "akan" menutup lokalisasi ini selalu gagal..
bahkan ada yang berstatement "Only God Can Stop Dolly" namun menurut saya itu hanyalah sebuah persepsi bodoh. why? karena akhirnya ibu perkasa ini berhasil menutup lokalisasi ini dan dengan izin tuhan tentunya.. yang berhasil mengembalikan image "Kota pahlawan" yang sempat juga mempunyai sebutan "Kota prostitusi"..
Terima kasih banyak bu :) kami sebagai rakyat tentu bangga dengan jasa ibu..
Tulisan singkat saya ini saya dedikasikan untuk beliau dan seluruh orang-orang hebat yang sampai saat ini telah ataupun yang sedang berjuang dengan niat yang tulus tanpa pamrih untuk sesuatu yang benar.. jangan capek ya saudara-saudariku.. Memang tidak mudah mencapai sesuatu yang besar, perlu perjuangan besar disetiap langkahnya, namun pilihan itu ada ditangan kita untuk menjadi hitam, abu-abu atau putih... So, Mari berbuat nyata!! Rise! Rise! Never give up! // @yudapenatas*



Tidak ada komentar:
Posting Komentar