Kamis, 17 September 2015

Kehidupan dan Rokok.

        Akhir akhir ini negeri kita (Indonesia) sedang dilanda musibah kebakaran hutan, terutama di pulau sumatera dan kalimantan. Yaa apalagi kalau bukan ulah dari tangan-tangan jahil  pihak yang tidak bertanggung jawab, yang dengan beringasnya membakar habis hutan-hutan di indonesia demi meraup keuntungan pribadi, seakan tak ingat rezeki generasi nanti :(
Alhasil indonesia kini sedang "darurat asap" yang akhirnya banyak berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat, mulai dari jadwal penerbangan yang terganggu, kegiatan belajar mengajar disekolah juga terganggu dan penyakit-penyakit serius kini mulai mengancam kesehatan masyarakat.
Tapi tau nggak sih sebelum negara kita "darurat asap kebakaran hutan", negara kita sudah terlebih dahulu darurat "asap rokok dan narkoba"?. Kalo nggak salah jumlah perokok di Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-3 setelah cina dan india. Anehnya setelah kejadian asap ini, justru mulai banyak perokok yang kemana-mana saat beraktivitas menggunakan masker untuk meng-cover mulut & hidung mereka dari asap, kemudian juga banyak yang mengeluh kepada pemerintah karena belum pula berhasil membereskan masalah ini. Kemudian yang menjadi pertanyaan saya adalah "lantas kemana saja mereka selama ini?"
Yang sering merokok ditempat umum yang dinama banyak ibu-ibu dan anak-anaknya, walaupun mereka sudah tau tapi mereka seolah cuek bebek dan membiarkan asap rokoknya leluasa memenuhi ruangan, dan setelah kejadian kebakaran hutan ini, sepertinya mereka akhirnya merasakan juga bagaimana rasanya menjadi ibu-ibu dan anak-anak kecil ini. Tapi apakah setelah kejadian ini mereka akan tersadar? Yaa alur kehidupan memang tidak ada yang sama, hanya tuhan yang tau.
Memang, latar belakang seorang perokok dengan lainnya berbeda-beda, ada yang awalnya coba-coba akhirnya ketagihan, ada yang karena depresi, adapula yang merokok cuma biar kelihatan gaul didepan teman-temannya. Padahal menurut saya gaul itu ngga harus ngerokok.. Setuju nggak? 
Yaa contohnya saja bisa berprestasi di bidang tertentu atau bisa berguna bagi sesama dan ribuan hal positive lainnya, banyak sekali!


     Btw soal perokok, saya dulu juga perokok berat, saya kenal rokok sejak saya SMK dan berlanjut sampai kuliah, tapi akhirnya saya sadar kalau kebiasaan saya merokok bukanlah hal yang benar. Kalau dipikir-pikir lagi lebih banyak sisi negatifnya daripada ke-Enjoyan yang saya rasakan..
"Yaa memang efek buruknya mungkin tidak langsung terasa sekarang.. Tapi beberapa tahun kedepan? Who knows."
Dari kesadaran saya itulah akhirnya saya putuskan untuk berhenti merokok dan memulai hidup sehat. Demi diri saya sendiri, orang lain dan lingkungan. ( Sudah fix di ubun-ubun.) 
Awalnya saya pikir bakalan sulit, Apalagi sudah bertahun-tahun saya ketergantungan dengan rokok, belum lagi berusaha berhenti dilingkungan sekitar saya yang kebanyakan adalah perokok. Yaa memang sepintas terlihat sulit, tetapi setelah saya jalani ternyata ngga sesulit itu! Serius.
Yaa karena saya yakin sesuatu yang diawali dengan niat apalagi niat yang positive insyaAllah pasti ada jalannya. Tinggal bagaimana usaha kita supaya niatan kita itu "Goal"
Dan akhirnyaaa..."Yups, finally i can quit smoking!"


     Kok bisa? Yaa kembali lagi itu semua tergantung dari pribadi masing masing.
Karena menurut saya setiap orang punya "Feel" kapan dia harus mulai dan kapan dia harus berhenti. Cuman adakalanya "Feel untuk berhenti" seseorang sering kali terlambat, jadi yaa pilihan ada ditangan kita "Quit now or late!"
Tujuan saya menulis ini bukan untuk berpropaganda tentang bahaya merokok kok... Apalagi memaksa anda untuk berhenti merokok. Saya hanya ingin berbagi pengalaman dan sekedar mengingatkan saja jika merokok bukan hanya merugikan diri anda sendiri tapi juga orang disekitar dan lingkungan tentunya, dan ternyata biaya balik nama kendaraan roda dua saat ini cukup mahal sekali. Sial.

(P.s: Kesehatan itu mahal bung..) // @yudapenatas*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar