Senin, 25 April 2016

BAHAGIALAH DENGAN CARAMU SENDIRI~

Halooo, Assalamualaikum^^ Berhubung akhir-akhir udah jarang banget ya update apa gitu di blog hehe.. Ya mungkin karena ada media yang lebih simple sih, seperti instagram atau twitter, Tapi kali ini saya bukan mau bahas tentang instagram atau twitter!, apalagi tentang drama perpecahan Tom DeLonge VS Mark Hoppus & Travis Barker di kubuh blink-182. :p
Akhirnya tercetuslah ide. nah bahas tentang ini aja deh.. Bahas tentang apa? hoho

Here we go..

BAHAGIA, Yap kali ini saya mau sedikit nyinggung tentang bahagia, kenapa saya tulis dengan huruf kapital? Ya Karena saya rasa arti bahagia menurut setiap "hati" pasti akan berbeda-beda, dan jika terjadi perselisihan / kesalah pahaman tentang makna bahagia ini, bisa saja akan menimbulkan suatu keadaan yang sangat krusial. *Eaaa berlebihan sekali bung! :p*
Oke, karena penasaran tentang "bahagia" akhirnya saya coba tanya ke beberapa temen saya, dimulai dari salah satu temen saya yang kebetulan doi rada-rada tajir gitu sebut saja namanya si cimit.

Dan akhirnya berkesempatanlah saya ngobrol dengan si cimit:
"Mit, menurutmu bahagia itu kaya gimana sih?" si cimit pun ngangguk-nggangguk sambil menjawab...
"Bahagia itu ketika semua keinginan kita bisa terpenuhi bro, seperti punya mobil mewah, rumah bagus, uang yang banyak. Kalo belum punya itu semua ya belum bahagia"- seru doi.
Manusiawi sih, siapa emang yang gak kepengen hidup serba terpenuhi dimuka bumi ini?

Mungkin jika digambarkan bahagia menurut si cimit seperti ini:


Hehehehe...

Oke, Masih belum puas dengan jawaban si cimit saya coba tanya lagi ke temen saya yang super sibuk ini, karena dia pekerja sekaligus juga mahasiswa, yang waktunya banyak dihabiskan bwt mengabdi sama perusahaan tempat dia bekerja belum lagi mikirin tugas-tugas kuliahnya yang super.. u know lah Hahaha. Well, Sebut saja namanya "Si Cemot".
Dan berkesempatanlah saya ngobrol dengan si cemot, kurang lebih begini obrolan kami:
"Mot, bahagia itu menurutmu gimana sih?"
Si cemot pun menjawab: "Bahagia itu yaa ketika kita bisa menikmati kesibukan yang kita jalani bro, terus melangkah gak peduli kedepannya bakal jadi apa, yang penting jalani dan ikhlas!"

Dan sejauh ini dua jawaban sudah saya kantongi, tapi rasanya masih belum puas juga ding, akhirnya saya coba tanya lagi ke teman saya yang satu ini sebut saja namanya "si dadung coffeeholic"
Kebetulan waktu itu saya juga sedang ngopi bareng di warkop pojokan sama si dadung dan teman-teman yang lainnya juga..
Kurang lebih beginilah obrolan saya dengan si dadung:
"Dung, menurutmu bahagia itu gimana sih?"
Dengan agak-agak cengengesan si dadung pun menjawab: "Bahagia itu yaa seperti ini, bisa setiap hari menikmati kopi sambil menikmati hembusan angin yang sepoi-sepoi yang sudah disuguhkan alam untuk kita, ditambah bisa ngobrol asyik dengan sahabat-sahabat seperti kalian, bahagia sekali lah~"-seru si dadung.
kurang lebih bahagia menurut dadung kaya gini ini:
                                      *cling*
Hehehe..

Dan dari ketiga pendapat teman-teman saya diatas, Jujur sejauh ini sih saya kurang setuju dengan pendapat si cimit, kalo kebahagiaan seharusnya seperti itu berarti hanya orang-orang tertentu dong yang bisa bahagia?, alias "nggak semua orang berhak bahagia", dan itu saya rasa nggak adil sama sekali! karena menurut saya kebahagiaan diciptakan untuk semua orang bukan untuk kalangan tertentu aja, setuju nggak?

Dan dari pendapat si cemot dan si dadung, Sejauh ini saya setuju sekali! dan pelajaran penting yang bisa saya ambil adalah "kesederhanaan" dan "Ikhlas" ya ternyata bahagia itu se-sederhana itu!, menikmati sebuah proses dan menikmati segala sesuatu yang sudah ada sekecil apapun!. Btw Proud of you guys! Matur sembah nuwun sudah mau berbagi hehehe..
Jadi Kesimpulannya gini, jangan "Berekspektasi" terlalu tinggi. Yaa boleh saja standar yang kita ciptakan setinggi langit, tapi ketika yang kita dapat dibawah dari standar yang kita terapkan, bukan berarti hal itu tidak patut dihargai lho.. Yaa jadi lebih baik bahagialah dengan yang ada sekarang, jangan membanding-bandingkan dengan kebahagiaan orang lain, karena kita tidak pernah tau yang baik untuk orang lain belum tentu baik untuk kita.
Bukankah lebih baik banyak "Bersyukur" atas hal sekecil apapun daripada hanya berekspektasi?
Karena rejeki itu bukan hanya berupa uang ataupun harta benda, hanya saja seringkali kita tidak menyadarinya (:, seperti punya temen yang asyik itu juga rejeki lho :p

Jadi, Garis besarnya adalah: Bahagialah dengan caramu sendiri! // 25-04-2016 // Meja kerja // Diambang sore dibulan musim penghujan.






1 komentar: